Kategori K 00 Cerpen P Karakter

Dia Jodohku (1)

Adikku satu-satunya ini telah menginjak dewasa, sudah kuliah, namun dia belum pernah dekat dengan seorang priapun. Dia selalu menyendiri, paling-paling kalau diajak temannya pergi bersama-sama, dia tak mau ikut kalau ada prianya. Kami tak ada yang sekolot dia, mengapa dia berpendirian seperti itu. D ...

Tega sekali dia (3)

Lanjutan "Tega sekali dia (2)" Esok harinya, ketika bel pelajaran berbunyi, semua siswa segera duduk dibangku masing-masing. Aku sih sejak pagi sudah mengerjakan soal-soal kimia dan matematika. Walau bukan tugas rumah, namun tak ada salahnya kalau semua selesai kukerjakan. Biasanya Nany meminjam pe ...

Tega sekali dia (2)

Lanjutan "Tega sekali dia (1)" Aku menuju mushola, mengambil air wudhlu kemudian sholat. Ulangan fisika biasanya 1 jam dan yang 1 jam digunakan untuk membahas soal ulangan tersebut. Itu dulu pak Adam, pak Roto ini baru dan ini adalah ulangan harian pertama, apakah caranya seperti pak Adam dulu? Lim ...

Tega sekali dia (1)

Ketika aku naik ke kelas XI SMA, aku duduk dengan Nany anak baru yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Dia selalu memuji-mujiku, tetapi pujiannya itu terlampau tinggi. Aku tak terbiasa memiliki teman dekat seperti itu, maksudku kalau bicara sering dilebih-lebihkan dan dia suka menceritakan apa saja ...

Kasihan Dia (5)

Lanjutan "Kasihan Dia (4)" Ani sudah tumbuh dewasa. Dia sudah memiliki ijazah SMK, sekarang dia membuka depot. Karena kami hanya berdua dan agar rumah bisa ramai terus, maka Ani yang memang pandai masak itu kuijinkan untuk berjualan di rumah saja. Ibu pemilik warung tempat Ani bekerja dahulu sekara ...
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10