Komentar Seputar Tawas

Sebenarnya, penjernihan air dengan tawas itu termasuk koagulasi apa adsorpsi?
soalnya tawas kan bisa mengendapkan, tapi juga bisa menyerap kotoran, bingung saya
:: Reply ::

OK, begini. Tawas dalam air mengalami hidrolisis sehingga membentuk koloid Al(OH)3. Saat pertama kali koloid itu terbentuk, dia mengadsorpsi ion-ion sehingga koloid itu bermuatan. Setelah itu, sifat adsorpsi ini tidak berhenti. Dia terus saja mengadsorpsi apapun yang terdapat di sekitarnya. Ketika tawas itu dimasukkan ke dalam air yang kotor, maka kotoran itu akan diserapnya pula. Air yang kotorannya terdispersi dengan rata, misalnya air sungai yang coklat itu, maka air sungai itu sendiri suatu koloid. Koloid sungai memiliki muatan berlawanan dengan koloid Al(OH)3. Sehingga saat kotoran diadsorpsi oleh Al(OH)3, terjadilah perlucutan muatan dan kedua koloid itu menyatu dan menggumpal. Nah gumpalan itu adalah hasil kooagulasi. Peristiwa koagulasi selalu menghasilkan endapan, yang dimulai dengan terjadinya adsorpsi. Dilain pihak, peristiwa adsorpi belum tentu dilanjutkan dengan peristiwa koagulasi, karena tidak ada perlucutan muatan, koloidnya tidak rusak. Misalnya adsorpsi muatan atau adsorpsi racun. Kalau yang diadsorpsi itu koloid, tentulah mengalami koagulasi, karena terjadi perlucutan muatan.


Silakan bertanya kapanpun, Insya Allah ibu selalu membantu. Senang dapat menjawab pertanyaan melalui komentar, karena dapat dimanfaatkan oleh pengunjung yang lain. Otomatis kita bersama dapat berbagi ilmu. Terima kasih.