Komentar Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit dalam kehidupan sehari-hari

Intisari:

Darah sebagai penyangga karbonat dalam pengendalian pH darah

Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H2 CO3 ) dengan basa
konjugasi bikarbonat (HCO3 ).
H2 CO 3 (aq) --> HCO3 (a q) + H+(a q)

Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan H2 CO3. Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris).

Kesimpulan:
Penyangga karbonat yang menerapkan sistem larutan penyangga ini dapat mengendalikan pH darah dalam tubuh kita. Pada saat pH darah meningkat, kita akan mengalami alkalosis. Sedangkan pada saat kondisi pH darah menurun, kita akan mengalami asidosis.

Sumber: http://www.scribd.com/doc/35281016/Fungsi-Larutan-Penyangga-Dan-Hidrolisis-Dalam-Kehidupan
:: Reply ::

good work, thx dear