Sabar tiada batas (Bagian 1)

Ketika seisi rumah pergi, rasanya sepi sekali. Tiada suara apa pun; cucu-cucu yang biasa bermain sambil teriak dan tertawa pada pergi; suara ayam, kambing, dan burung pun tak terdengar. Ehm ... apa yang akan kulakukan di saat sendirian begini? Ku nyalakan TV, langsung terdengar curahan hati (curhat)perempuan. Oh ... aku teringat curhat dari seorang teman yang membuatku heran, salut, dan bangga akan apa yang dilakukannya terhadap keluarganya. Dia seorang ibu yang memiliki kesabaran tiada batas. 

Bu Atik adalah seorang guru IPA di suatu SMP di Jawa Timur. Selain mengajar, dia juga berdagang makanan. Suatu hari aku berjumpa dengannya di Matahari Departement Store. Kami mencari tempat duduk dan berbincang tentang keluarga.

"Ibu tampak lelah; mungkin masuk angin ya?" Ucapku.

Sambil menggelengkan kepala bu Atik menjawab:"Tidak apa-apa, memang begini. Seperti ibu, saya tak pernah memakai bedak dan lipstik."

"Ehm ... iya, namun hari ini ibu terlihat pucat. Bolehkah aku tahu, apa yang sedang terjadi?"

Dia meneteskan airmata dan dihapusnya dengan sapu tangan. Ditatapnya wajahku dan dipegangnya jari-jari tangan kiriku.

"Bapaknya anak-anak tak mau bangkit untuk berusaha mencari sesuap nasi. Berapa pun pendapatannya, asal sebagai suami dia mau bekerja, itu sudah dapat mengangkat derajat keluarga."

"Sabarlah bu, mungkin tak terbiasa baginya untuk melakukan sesuatu atas permintaan orang lain, walaupun dari istri."

"Ya memang aku harus tetap bersabar. Semoga suatu saat Allah SWT membuka pintu hatinya."

"Iya benar, mungkin pintu hatinya masih tertutup. Ibu harus super sabar menghadapi dan melayani suami dan anak-anak. InsyaaAllah ibu bisa."

"Ya ... tak mungkin aku putus asa, bagaimana dengan anak-anak yang sedang tumbuh kembang itu. Alhamdulillah anak-anak bisa mengerti keadaan kami. Mereka mau berjualan ala kadarnya di sekolah."

"Anak-anak yang hebat. Ibu bisa menyikapi keadaan suami dan mendidik keluarga dengan penuh kesabaran, keikhlasan, sehingga perjalanan hidup ibu sekeluarga dapat diberi kelancaran dan kesuksesan oleh Nya. Aamiin."

"Aamiin YRA. Terima kasih perhatian dan doanya. Maaf aku pamit ya, sudah siang."

"Oh iya bu, silakan. Aku mau belanja dulu."

Kesabaran bu Atik ini patut diteladani. Keikhlasan yang luar biasa tersebut tentulah didasari oleh rasa syukur yang amat besar atas karunia Allah SWT. Suaminya belum ada keinginan untuk bekerja, sedang sakitnya tak parah. Kata dokter hanya kurang gerak, ototnya kurang terlatih, makanan kurang diperhatikan, beban pikiran terlalu berat, kurang percaya diri. Dokter mengatakan hidup seperti itu berakibat seringnya masuk angin, sehingga bapak sering pening, mual, sakit perut, flu dll.

Tugas utama seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya, melayani keluarga dengan mengurus rumah, memberikan asupan yang bergizi. Bu Atik mengerjakan itu semua, apalagi dia tidak memiliki pembantu rumah tangga. Dia juga mengajar, dan berjualan, karena sekaligus menjadi tulang punggung keluarga menggantikan suaminya yang masih belum terbuka pintu hatinya untuk bekerja. Sungguh luar biasa, tak mudah menjadi ibu yang memiliki tugas ganda seperti bu Atik. Dia juga pendiam, tak ada yang tahu lika-liku kehidupannya selain aku sahabatnya. Semoga Allah SWT selalu melindunginya. Aamiin YRA.


Komentar :

No Komen : 7
Obat Pelangsing Alami dan Cepat :: 07-05-2017 06:55:51
sangat bagus
 
No Komen : 6
Pelangsing Herbal :: 07-05-2017 06:55:24
trims
 
No Komen : 5
Pelangsing Herbal :: 07-05-2017 06:54:06
terimakasih
 
No Komen : 4
Salsabila Thahirah :: 23-12-2016 20:51:32
Tulisannya bagus bu, semoga lebih dikembangkan lagi
 
No Komen : 3
Mesin pemisah lcd touchscreen :: 09-12-2016 17:36:46
sangat menarik, akan lanjutkan ke bacaan selanjutnya...
 
No Komen : 2
agensbobetindonesia :: 21-06-2016 22:49:51
Check My SEO is an SEO Company, Web Design Firm and Development Company experienced in Optimizing your On Site SEO Optimization
 
No Komen : 1
Naufal :: 07-07-2015 11:46:50
Dizaman sekarang, tidak banyak istri yang sabar. Mudah2an kesabaran ibu menjadi teladan para istri yang kebetulan punya kemiripan masalah.Mudah2an juga, suami ibu memperoleh hidayah hingga tumbuh semangat untuk bekerja kembali.
 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]