Reaksi pembentukan gas

Berikut ini cuplikan pembahasan reaksi pembentukan gas karbon dioksida, CO2. Dari diskusi ini tampak bahwa siswa tidak/kurang memahami reaksi kimia ini karena mereka hanya membaca dan menulis persamaan reaksi, tanpa melakukan kerja praktik. Siswa cenderung menghafal tanpa memahami secara tuntas apa yang ditulis dan dibacanya itu. Karena hafalan tidak dapat bertahan lama, maka konsep ini tak berhasil dikuasai siswa.

Reaksi pembentukan gas CO2 tergolong konsep penting, sehingga selama belajar kimia, kelas X, XI, dan XII reaksi kimia ini sering terlibat dalam pembahasan konsep lain. Sebenarnya kegiatan praktik untuk reaksi kimia ini amatlah mudah dilakukan dan tergolong murah harga bahan-bahan kimianya. Benarkah? Berikut diskusinya.

"Ibu, mengapa CaCO3 + 2 HCl --> CaCl2 + H2O + CO2?"

"Bagian mana yang kau tanyakan sayang? Apa persamaan reaksinya, atau hasil reaksinya?"

"Hasil reaksinya Bu, mengapa bisa seperti itu."

"OK. Persamaan reaksi itu kau peroleh dari mana?"

"Dari buku Bu, karena ada tugas menghafalkan reaksi."

"Oh begitu. Lengkapi dahulu wujud zatnya ya."

"Di buku wujudnya tidak ada Bu."

"Kau tidak melakukan kegiatan praktik atau mengenal bahan-bahan kimia itu sebelumnya?"

"Tidak Bu."

"Ya sudah. Sekarang perhatikan zat-zat yang bereaksi. Apa nama zat itu?"

"Kalsium karbonat dan asam khlorida Bu."

"Benar. Apa nama sehari-hari dari kalsium karbonat?"

"Tidak tahu Bu."

"Ehm ... di rumahmu ada larutan pembersih lantai?"

"Ada Bu, warnanya kuning dan baunya rangsang."

"Okay, itu asam khlorida teknis sayang. Bagaimana memakainya dan apa yang terjadi?"

"Larutan itu kalau langsung dituang ke lantai, lantainya rusak Bu. Jadi harus dituang sedikit ke dalam air secukupnya dahulu baru dibuat menggosok lantai. Kalau kena tangan, kulit terasa pedih. Menggosok lantai tidak boleh dengan tangan. Ketika larutan itu kena lantai, terjadi gas Bu."

"Bagus. Apakah reaksi kimia yang terjadi tergolong reaksi pembentukan gas?"

"Oh iya Bu. Berarti membersihkan lantai itu bisa merupakan reaksi yang dapat diamati ya Bu."

"Iya sayang. Lantaimu terbuat dari apa?"

"Porselen Bu."

"Bagaimana ciri-ciri gas yang terbentuk?"

"Tidak berwarna, ada bau rangsang seperti HCl Bu."

"Itu memang bau dari HCl, bukan bau gasnya. Porselen itu mengandung senyawa kimia apa?"

"Tidak tahu Bu."

"Porselen, marmer, atau kapur mengandung CaCO3 sayang."

"Ooo ... berarti itu reaksi yang saya tanyakan ya Bu. Kok tadi Ibu tidak memberitahu? Hehehe ...."

"Belajar itu proses sayang, ketika kau dapat menyadarinya, tanpa diberitahu sebelumnya, itu tandanya kau telah belajar."

"Begitu ya Bu, terima kasih Ibu sabar membimbing saya."

"Itu sudah tugas ibu sayang. Sekarang lengkapi persamaan reaksimu dengan wujudnya."

"Lhp Bu, berarti gas hasil reaksi membersihkan lantai itu CO2?"

"Menurutmu bagaimana?"

"Iya sih Bu, soalnya CaCO3 dengan HCl. Alhamdulillah saya mengerti Bu. Persamaan reaksinya:

CaCO3(s) + 2 HCl(aq) --> CaCl2 + H2O(l) + CO2(g). Bu CaCl2 wujudnya apa dan bagaimana tahunya?"

"Lebih jelasnya kau harus mencari kapur atau potongan porselen, kemudian mereaksikannya dengan HCl(aq). Dalam daftar kelarutan zat yang harus kau pelajari juga menyatakan bahwa zat tersebut mudah larut dalam air, maka zat itu berupa larutan."

"Oh begitu ya Bu. Jadi lengkapnya: CaCO3(s) + 2 HCl(aq) --> CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)."

Demikianlah cuplikan pembahasan reaksi pembentukan gas. Semoga bermanfaat.


Komentar :

No Komen : 4
Obat Pelangsing Alami dan Cepat :: 07-05-2017 06:57:17
terimaksih
 
No Komen : 3
Pelangsing Herbal :: 07-05-2017 06:56:40
trims
 
No Komen : 2
taruhan bola :: 07-06-2016 18:55:40
Dalam daftar kelarutan zat yang harus kau pelajari juga menyatakan bahwa zat tersebut mudah larut dalam air
 
No Komen : 1
Agen Bola Terpercaya :: 09-09-2015 19:37:45
terimakasih informasinya sangat bermanfaat
 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]