Penulisan persamaan reaksi kimia

Suatu hari saya dikejutkan oleh pertanyaan siswa tentang reaksi kimia. Mereka benar-benar tidak mengerti bagaimana reaksi kimia itu berlangsung dan cara menuliskan persamaan reaksinya. Mereka juga kurang memahami rumus kimia zat, tatanama, dan sifat-sifat zat tersebut. Sedangkan mereka sudah kelas XI semester genap. Ternyata mereka hanya mendapat tugas membaca dan berlatih sendiri soal-soal yang ada di buku, tanpa ada pembahasan bersama guru.

Para siswa mengatakan bahwa belajar di abad ini harus mandiri, karena sudah banyak bimbingan yang ada di web. Katanya tinggal online, pilih referensi yang disukai, belajar dari situ. Nantinya di kelas tinggal menguji keberhasilan siswa melalui ulangan/tes. Ketika ada siswa yang kurang paham dan bertanya kepada guru, dianjurkan belajar kelompok secara heterogen, ada anggota kelompok yang pandai.

Pada saat ulangan berlangsung, soal-soal yang menyangkut persamaan reaksi kimia tak dapat dikerjakan. Siswa merasa sulit, sehingga soal-soal tersebut tak dikerjakan. Walaupun demikian, guru tetap melanjutkan materi pembelajaran, tanpa mengadakan pembelajaran remidi (remedial teaching). Ketika ulangan akhir atau ulangan kenaikan kelas akan berlangsung, guru mengingatkan kepada siswa untuk tetap mempelajari persamaan reaksi kimia.

Menurut prediksi saya, guru menganggap siswa mampu belajar sendiri dari referensi. Sedang setiap tahun fakta membuktikan bahwa siswa kelas XII kesulitan memahami reaksi kimia sehingga kurang mampu menuliskan persamaan reaksi kimia. Apabila Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di setiap sekolah aktif, tentunya temuan-temuan dalam pembelajaran dapat diketahui lebih dini dan diskusi mencari solusi dapat secepatnya dilakukan. Namun apa buktinya? Sampai sekarang, siswa pandaipun sempat bingung menganalisis sendiri konsep-konsep penting dan keterkaitannya. 

Ketika saya berupaya menelusuri penyebab kejadian tersebut di atas, sebagian guru memberikan tugas hafalan nama dan rumus kimia zat saat siswa kelas X. Setelah belajar sendiri persamaan reaksi kimia di kelas XI semester genap, banyak hal mendasar yang mereka tidak/kurang paham terhadap konsep-konsep dan keterkaitannya. Sebagai contoh, reaksi kimia antara logam seng dengan asam khlorida, mereka tidak dapat menjelaskan hasil reaksinya. Penulisan persamaan reaksinya juga tidak bisa. Seharusnya mereka menulis persamaan reaksi lengkap dengan wujud zat sbb.

Zn(s) + 2 HCl(aq) --> ZnCl2(aq) + H2(g)

Siswa bahkan bertanya mengapa terjadi gas hidrogen, mengapa antara seng dan khlor rumusnya seperti itu, mengapa HCl(aq) koefisiennya 2, dll.

Dari pertanyaan siswa, sudah dapat diprediksi bahwa mereka tidak/kurang paham rumus kimia zat, ikatan kimia, sifat zat, terjadinya reaksi kimia, dan masih banyak lagi. Jadi tak mungkinlah penulisan persamaan reaksi diserahkan kepada siswa tanpa ada klarifikasi. Semoga artikel ini bermanfaat.


Komentar :

No Komen : 4
Obat Pelangsing Alami dan Cepat :: 07-05-2017 06:58:22
terimakasih
 
No Komen : 3
Pelangsing Herbal :: 07-05-2017 06:58:01
trims bu
 
No Komen : 2
taruhan bola :: 07-06-2016 18:56:07
Menurut prediksi saya, guru menganggap siswa mampu belajar sendiri dari referensi
 
No Komen : 1
grand77 :: 23-08-2015 12:33:31
terimakasih infonya
 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]