Reaksi Sintesis

Beberapa siswa bertanya tentang suatu jenis reaksi kimia, yaitu reaksi sintesis. Mereka menanyakan kapan konsep ini dipelajari dan dalam bab apa, karena mereka menemukannya dalam kumpulan soal-soal. Dalam kurikulum memang tidak dibahas secara khusus, namun reaksi ini sudah diberikan sejak kelas X semester satu dan sering digunakan di kelas XI hingga kelas XII. Sesungguhnya reaksi ini tergolong mudah, hanya saja mungkin kata sintesis jarang disebut.  

Aku sengaja bertanya kembali arti sintesis itu apa dan mereka menjawab bahwa sintesis adalah suatu pembentukan. Dari jawaban mereka, kukatakan bahwa reaksi sintesis memang merupakan reaksi pembentukan atau penggabungan zat-zat sederhana menjadi zat yang lebih kompleks. Mereka sendiri dapat memberikan contoh sebagai berikut:

H2(g) + Cl2(g) → 2 HCl(g)

Kutanyakan kepada mereka tentang reaksi pembentukan senyawa ion, contohnya reaksi antara logam natrium dengan gas khlor. Mereka dapat menuliskan persamaan reaksinya.

2 Na(s) + Cl2(g) → 2 NaCl(s)

Kembali aku ingin mempertajam daya ingatnya dan memantapkan nalarnya; kutanya mereka tentang perubahan entalpi pembentukan suatu zat. Alhamdulillah mereka memberikan contoh persamaan termokimia dengan benar.

2 Na(s) + Cl2(g) → 2 NaCl(s) ΔHf = - x kJ mol-1

Karena mereka sudah kelas XII, kutanyakan lagi tentang kesetimbangan kimia yang menyangkut reaksi sintesis. Mereka memberikan contoh pembentukan gas amoniak dari gas nitrogen dan gas hidrogen; tanda panahnya juga benar, mereka tulis sebagai reaksi kesetimbangan.

N2(g) + 3 H2(g) ↔ 2 NH3(g)

Ketika kutanya tentang reaksi kimia anorganik, yaitu pada pelajaran kimia unsur di kelas XII, mereka juga telah memahaminya dengan baik. Akhirnya mereka menyadari adanya jenis reaksi sintesis dan banyak reaksi kimia yang merupakan jenis reaksi ini.


Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]