Pembahasan pH Penyangga Asam
Pembahasan harga pH larutan penyangga ini penulis tujukan untuk mengingatkan para siswa agar saat menghitung pH larutan, mereka tidak melupakan konsep yang sedang dipelajarinya. Semoga cuplikan pembahasan berikut dapat mengenai sasaran.
"Anak-anak, bagaimana cara membuat larutan penyangga asam?"
"Larutan penyangga asam dapat dibuat dari asam lemah dengan garamnya Bu."
"Iya. Berikan contohnya."
"Larutan asam asetat dicampur dengan natrium asetat."
"Bagus. Berikan contoh konkritnya."
"Maksud Ibu molaritas dan volum larutan yang akan dicampurkan?"
"Ya sayang."
"CH3COOH(aq) 0,1M 50 mL + CH3COONa(aq) 0,1M 50 mL."
"Untuk menentukan pH larutan penyangga, lebih dahulu kita perhatikan keadaan campuran tersebut. Asam asetat merupakan asam lemah. Apa artinya? Bagaimana keadaan partikel-partikelnya?"
"Dalam air terionisasi sebagian, membentuk ion-ion CH3COO- dan H+. Ion-ion ini jumlahnya relatif sedikit dibanding molekul CH3COOH."
"Iya ... bagaimana persamaan reaksinya?"
"CH3COOH(aq) ↔ CH3COO-(aq) + H+(aq)."
"Bagus. Larutan asam asetat ini dicampur dengan natrium asetat. Apa jenis partikel dari natrium asetat?"
"Natrium asetat adalah senyawa garam. Larutannya terdiri atas ion-ion asetat, CH3COO- dan Na+."
"Benar. Berarti pada waktu natrium asetat ditambahkan ke dalam asam asetat, apa yang terjadi?"
Sebagian anak membaca buku dan bertukar pendapat, walaupun yang lain tampak pasif; mungkin menunggu penjelasan temannya. Kudekati mereka, eh ... cepat-cepat mereka membaca buku. Agak jengkel juga aku, kulihat halaman yang mereka buka. Waduh ... dugaanku benar, ternyata ada yang salah buku halaman. Namun setelah kutunjuk halaman bukunya, eh ... dengan tersenyum dia berkata: "Saya belum paham larutan penyangga Bu, jadi saya memantamkan pH asam lemah dan basa lemah saja." Daripada mengganggu konsentrasi anak-anak yang sedang tekun memecahkan masalah, yah ... kali ini kubiarkan saja mereka, sebatas mereka masih mau belajar, lumayanlah. Aku dikejutkan oleh anak yang memanggilku, ternyata sudah ada yang mengangkat tangannya.
"Ya silakan."
"Keadaan setimbang dari larutan asam asetat terganggu, sebab kita memberikan aksi, menambah jumlah ion asetat. Sesuai dengan azas Le Chatelier, ketika [asetat] diperbesar, kesetimbangan bergeser ke kiri hingga keadaan setimbang kembali."
"Hebat, terima kasih. Sebelum natrium asetat ditambahkan, berapakah pH larutan asam asetat?"
"[H+] = √ Ka.Ma = √10-5. 0,1 = 10-3 M. Jadi pH = 3."
"Berarti pada keadaan setimbang, dalam larutan asam asetat terdapat ion-ion CH3COO- dan H+ dalam jumlah yang sama. Ketika natrium asetat ditambahkan, kesetimbangan bergeser ke kiri. Silakan siapa yang akan menjelaskan."
"Saya Bu. [asetat] bertambah, kemungkinan jumlah tumbukan efektif bertambah, laju reaksi ke kiri bertambah. Reaksi bergeser ke kiri hingga laju ke kiri = laju ke kanan. Saat itu kesetimbangan tercapai kembali."
"Hebat, terima kasih. Ketika kesetimbangan bergeser ke kiri, berarti ion-ion asetat dan H+ bereaksi. Saat keadaan setimbang tercapai, bagaimana [asetat] dan [H+]?"
"[H+] < 10-3 M sedang [asetat] = 10-1 M + x M. Harga x < 10-3 M."
"Benar. Sekarang bagaimana cara menghitung [H+] tersebut?"
Mereka tampak berunding lagi. Tidak lama ada yang mengangkat tangan.
"Bu, bolehkah kami menggunakan rumus [H+] = √ Ka.Ma?"
"Bu, bolehkah saya yang menjawabnya?"
"Ya ... ya, silakan."
"Rumus itu adalah rumus untuk asam lemah; jadi tidak boleh digunakan, karena dalam asam lemah [asetat] = [H+] sedang dalam larutan penyangga [asetat] jauh lebih besar dari [H+]."
"Hebat sekali, terima kasih sayang. Siapa yang dapat menghitung pH larutan ini."
"Saya Bu. Ka = [H+] [CH3COO-] / [CH3COOH]
[H+] = Ka x Ma / Mb = 10-5 x 10-1 / 10-1 = 10-5. pH = 5."
"Bagus sekali, terima kasih ya. Nah sekarang saatnya kalian belajar dalam kelompok untuk menyelesaikan soal-soal larutan penyangga asam. Setelah selesai kita akan melanjutkan diskusi pH larutan penyangga basa."
Tampaknya pembahasan ini lancar, namun sebenarnya banyak hambatan. Diantaranya tidak mudah membimbing anak-anak yang tingkat berpikirnya masih tergolong rendah. Mereka cenderung menghafal, sekalipun suatu alasan, juga dihafalkannya.
