Uji Glukosa

Uji glukosa dapat dilakukan dengan menggunakan larutan fehling. Larutan Fehling terdiri dari 2 macam larutan yang harus disimpan secara terpisah, fehling A dan fehling B. Jika kedua larutan digunakan, barulah dicampur saat itu. Fehling A adalah larutan tembaga(II) sulfat yang berwarna biru, CuSO4(aq). Fehling B, yaitu larutan natrium hidroksida, NaOH(aq) dan kalium natrium tartrat.

Pada saat larutan fehling akan digunakan, kedua larutan dicampur dengan perbandingan volum yang sama dan dipanaskan, baru bahan yang akan diuji dimasukkan. Apa fungsi kalium natrium tartrat? Ketika CuSO4(aq) direaksikan dengan NaOH(aq), terbentuk endapan Cu(OH)2(s) yang berwarna biru. Endapan ini tidak efektif sebagai pereaksi fehling. Untuk menghindari adanya endapan Cu(OH)2 maka diperlukan kalium natrium tartrat sebagai ligan bidentat bagi ion Cu2+. Ketika fehling A dan fehling B dicampurkan, tembaga(II) tetap sebagai larutan, karena membentuk ion kompleks bistartrato kuprat(II), Cu{(COO)2(CHO)2}4-. Setelah zat yang diuji dicampurkan dan ternyata positif, maka terbentuklah endapan merah bata dari tembaga(I) oksida, Cu2O.

Dalam video di bawah ini uji Fehling dilakukan untuk mereduksi gula. Disediakan 2 wadah reaksi, wadah I untuk menguji sukrosa dan glukosa diuji dalam wadah kedua. Silakan putar.


Komentar :

No Komen : 3
:: 22-10-2016 21:42:04
 
No Komen : 2
iik :: 20-11-2015 09:18:31
bnbhbvgcvvb
 
No Komen : 1
desi :: 06-05-2013 08:32:37
makasih
:: Reply ::

Sama-sama, Insya Allah membantu, walau tulisan di blog ini amat sederhana. Terima kasih ya.

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]